Sunday, November 7, 2021

Manusia dan Pandangan Hidup

 

BOB SADINO

Beliau bernama lengkap Bob Sadino. Lahir di Lampung 9 Maret 1933 dan telah wafat pada 19 Januari 2015. Beliau merupakan salah satu pengusaha sukses di tanah air yang bergerak di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik brand Kemchick dan Kemfood. Dalam banyak kesempatan, Ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Penampilan ini bahkan kerap membuat sebagian orang tidak pernah menyangka jika Bob Sadino adalah seorang pengusaha yang sangat sukses.

Di dalam perjalanan kariernya, Bob Sadino pernah mengalami pasang surut yang membuatnya benar-benar dalam keterpurukan. Beliau bahkan pernah bekerja sebagai kuli bangunan yang upahnya hanya sebesar Rp 100,- per harinya. Kondisi ini membuat dirinya dan keluarga mengalami masa yang sangat sulit. Namun berkat saran seorang teman, Ia akhirnya memulai peruntungan dalam dunia bisnis, yang diawali dengan berbisnis telur ayam negeri. Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun sayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali dengan kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausahanya tidak semulus yang dikira. Baginya uang bukan nomor satu, yang terpenting itu adanya kemauan, komitmen, berani mencari, dan menangkap peluang. Menurutnya yang terpenting dalam memulai sebuah bisnis adalah tindakan. Saat kita terjun langsung ke lapangan kita akan mengetahui bagaimana keadaan pasar dan berusaha untuk melewati tantangan untuk menciptakan sebuah peluang.

 

NAJWA SHIHAB

Najwa Shihab atau yang akrab disapa Nana merupakan wanita kelahiran Makassar pada 16 September 1977. Mba Nana merupakan putri pasangan ulama terkemuka Quraish Shihab dan Fatmawati Assegaf, yang memilih karir sebagai seorang jurnalis dibanding terjun ke dunia hukum. Padahal ia adalah Sarjana Hukum lulusan Universitas Indonesia tahun 2000.

Satu tahun setelah lulus kuliah, Mba Nana memulai karir di dunia jurnalistik di stasiun Metro TV. Awal karir ia menjadi reporter yang bertugas melakukan peliputan berita di lapangan. Peningkatan karirnya terus berlangsung, kini ia diangkat menjadi pembawa berita news anchor. Karena sifat tidak mudah puas dalam menekuni suatu hal dan selalu ingin belajar membuatnya selalu meriset, mempelajari, dan memperbaiki semua hal yang berkaitan dengan acara yang dipimpin oleh dirinya. Karier Mba Nana semakin cemerlang di stasiun TV, lewat program Mata Najwa ia berhasil memukau penonton dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, tajam, serta kecerdasannya dalam mengupas isu-isu terkini. Program andalan tersebut meraih berbagai macam penghargaan.

Mba Nana memutuskan mundur dari Metro TV pada Agustus 2017. Keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru. Kali ini YouTube yang dipilih sebagai media baru untuk menyalurkan passion-nya. Alasannya karena ia harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan menyuguhkan konten-konten positif dan berkualitas. Melalui televisi digital Narasi TV, penonton akan diajak menyaksikan program-program perbincangan, reportase, kemasan dokumenter, opini, dan ruang interaksi. Tentu ini merupakan pengalaman baru baginya karena saat ini menggunakan platform media sosial YouTube.

Perjalanan karier dan hidup Najwa Shihab dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis muda yang ingin berkarya. Dengan ketekunan, konsistensi, dan minat untuk terus belajar menjadi modal agar sukses berkarier di bidang apapun. Jalanai, nikmati, dan syukuri apa yang kalian kerjakan hari karena suatu saat kalian pasti akan sampai di titik tertinggi versi diri kalian masing-masing. Jangan takut untuk mencoba hal baru, dan lakukanlah apa yang ingin kalian kerjakan dengan semangat pantang menyerah.


CHAIRUL TANJUNG

Chairul Tanjung, lelaki kelahiran Jakarta 16 Juni 1962 ini merupakan seorang pengusaha sukses asal Indonesia. Masa kecil Chairul Tanjung sangat jauh dari gelimang harta. Dulu, ayahnya bekerja sebagai wartawan media cetak pada era Orde Lama. Kondisi keuangan keluarga kian memburuk ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup pemerintah saat itu. Keadaan ekonomi yang susah membuatnya harus menjual rumah guna mencukupi kebutuhan. Mereka pun tidur di suatu losmen kecil dan penuh sesak.

Chairul Tanjung melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Ia berhasil meraih gelar sarjana pada 1987, lalu melanjutkan jenjang magister di Institut Pendidikan serta Pembinaan Manajemen pada 1993. Untuk membiayai pendidikannya, ia berjualan buku kuliah hingga kaos dan membuka jasa fotokopi. Chairul Tanjung juga pernah membuka toko yang menjual alat kedokteran serta alat laboratorium. Namun, karena suatu hal bisnis tersebut bangkrut.

Setelah lulus kuliah, Chairul bersama dengan tiga rekannya mulai merintis sebuah bisnis ekspor sepatu anak yang diberi nama PT Pariati Shindutama. Modal awal sebesar Rp 150 juta yang dipinjam dari bank. Bisnis ini mulai maju, bahkan pernah mendapat pesanan dari Italia sebanyak 160 ribu pasang sepatu. Akan tetapi, Chairul Tanjung memutuskan untuk keluar dari perusahaan.

Pada 1987, Chairul Tanjung mendirikan bisnis sendiri yang diberi nama Para Group yang kini berganti nama menjadi CT Corp. Perusahaan ini mampu membeli Bank Karman tahun 1996 yang saat ini namanya berubah menjadi Bank Mega. Chairul Tanjung tidak hanya berhasil di sektor keuangan, namun juga mendirikan bisnis media. Ia mampu mendirikan Trans Tv dan pada 2006 mengakuisisi TV7 milik Kompas Gramedia. Sejak saat itu, TV7 berubah menjadi Trans7. Ia memisahkan perusahaannya di sektor media pada tahun 2013 dengan mendirikam Trans Media.

Chariul Tanjung adalah sosok yang memiliki semangat serta komitmen tinggi. Menurutnya, pebisnis haruslah memiliki target kelas dan pantang menyerah. Prinsip ini harus tetap menjadi pegangan sekalipun dalam keadaan sulit. Berkat kegigihannya dalam memulai sebuah bisnis, kini ia telah menajadi salah satu orang terkaya di Indonesia. 


MARTHA TILAAR

Martha Tilaar memiliki nama lahir Martha Handana, lahir di Gombong, Jawa Tengah pada 4 Setember 1937. Martha Tilaar merupakan salah satu tokoh wanita paling inspiratif di tanah air. Tidak hanya sukses sebagai pebisnis kosmetik, wanita ini juga sukses membangun Prama Pratiwi Martha Gallery sebuah pusat kerajinan di Sentolo, Yogyakarta. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, ia tetap mencobanya. Menurutnya yang terpenting bukanlah hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah yang ada.

Dengan modal uang 1 juta rupiah yang berasal dari uang saku dan sumbangan keluarganya, pada awal 1970 ia mendirikan Martha’s Salon. Salon kecil itu akhirnya berkembang menjadi lima buah. Pada 1972 Martha pergi ke Eropa untuk mempelajari ramu-ramuan dengan mengunjungi beberapa pabrik seperti Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hertleben di Jerman Barat. Empat tahun kemudian ia kembali ke Indonesia dan mendirikan Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan tradisional.

Usaha tersebut kian berkembang pesat dengan berdirinya pabrik kosmetik PT Sari Ayu, Martha Kosmetik Indonesia pada tahun 1981. Bisnis Martha terus berkembang dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan, hingga akhirnya ia dan keluarga menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto, dan bersamaan dengan itu dilakukan konsolodasi perusahaan dengan digabungkan dalam Martha Tilaar Group.


ANNE AVANTIE

Anne lahir pada 20 Mei 1954 di Semarang dan kemudian menghabiskan masa kecilnya di kota Solo. Anne Avantie menjadi salah satu desainer ternama di tanah air, karyanya bahkan sangat disukai oleh para tokoh ternama Indonesia hingga mancanegara. Lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat sederhana, pada awalnya Anne kecil tidak berani bermimpi untuk menjadi seorang desainer. Ibunya yang ahli dalam bidang menjahit mewariskan bakat tersebut kepada Anne.

Kegemaran Anne pada dunia fashion sudah tampak sejak SD. Saat itu ia menunjukkan kebolehannya dengan membuat hiasan rambut hasil kreasinya sendiri. Anne pun terus mengembangkan talenta terpendamnya itu. Kemampuan merancang busana mendatangkan peluang yang lebih besar ke dirinya. Namun, jalan hidup Anne tidak semulus yang dibayangkan orang-orang. Ia hanya mengeyam pendidikan sampai bangku SMP, dan menjadikan itu masa-masa sulit untuk dirinya. Untungnya ia memiliki ibu yang selalu menguatkannya. Ia terang-terangan mengakui bahwa ibunya adalah inspirasi hidupnya. Sebab dari ibunya, ia belajar banyak hal hingga tumbuh menjadi wanita berbakat.

 Pada tahun 1989, Anne membangun usaha menjahit di rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit. Tempat usaha pertamanya itu diberi nama Griya Busana Permatasari. Upaya dalam membangun usaha tersebut tidak berjalan mulus. Anne pernah dihina dan dipojokkan karena merancang gaun malam. Kondisi finansialnya juga sempat terpuruk. Terlebih saat tahun 1998, tempat usaha yang dibangunnya jadi sasaran amuk oknum tidak dikenal. Dengan segala tekad dan kegigihannya dalam meniti karier tahun 2010 Anne memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roemah Penganten di Grand Indonesia. Selain itu Anne juga memiliki toko bernama Pendopo yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM).

 

No comments:

Post a Comment

Tugas PKTI 2A Flowchart

Flowchart Luas Lingkaran Flowchart Mencetak Nilai Lulus/Tidak Lulus